Dari berita tersebut saya dapat menarik kesimpulan, bahwa posisi tawar (Bergainning Position) peternak sangat rendah. Cirinya adalah, mereka menerima harga beli bahan baku diposisi batas atas dan menjual produk diposisi batas bawah.
Sebelum saya membahas tentang cara untuk meningkatkan pendapatan peternak, saya akan melakukan analisa atas kenaikkan harga pakan dan penurunan harga jual bebek.
Asumsi yang saya peroleh adalah, Harga aking naik 67 persen dari Rp. 1.200 menjadi Rp. 2.000. Harga bekatul naik 42 persen dari Rp. 1.200 menjadi Rp. 1.700, sedangkan harga limbah ikan tetap Rp. 700. Pemberian pakan bebek per hari untuk 100 ekor adalah 15 kg limbah ikan, 7 kg aking dan 10 kg bekatul.
Harga jual telor Rp. 1.010 per biji, harga jual bebek jantan turun 37 persen dari Rp. 30.000 menjadi Rp. 19.000 per ekor dan bebek potong betina turun 13 persen dari Rp. 30.000 menjadi Rp. 26.000.
Perhitungan kenaikan biaya pakan bebek per hari untuk 100 ekor
Biaya Sebelum Sesudah
Aking 8.400 14.000
Bekatul 12.000 17.000
Limbah Ikan 10.500 10.500
Jumlah 30.900 41.500
Kenaikkan biaya pakan bebek per seratus ekor adalah Rp. 10.600 atau Rp. 106 per ekor per hari. dari Rp. 309 ke Rp. 415. Apabila bebek menghasilkan telor sebanyak 250 biji per ekor per tahun, maka kenaikkan pakan per biji telor adalah sebagai berikut : (365 : 250) X Rp. 106 = Rp. 155.
Langkah yang harus dilakukan oleh peternak adalah meningkatkan bergainning position, dimana peternak harus menekan harga beli pakan dan harus meningkatkan harga jual produk. Menurut perhitungan saya hal ini bisa dilakukan, karena peternak memiliki asosiasi yaitu Gabungan Kelompok Ternak Tani Itik Purwadiwangsa. Yang kedua harga pakan tidak sepanjang tahun tinggi, sehingga pembelian bisa dilakukan pada saat harga pakan murah. Atau bisa juga membuat kontrak pembelian pakan dengan suplayer dengan harga rata-rata, sehingga pada saat harga pakan tinggi bisa mendapatkan harga lebih rendah, akan tetapi apabila harga pasar pakan rendah, harga lebih tinggi dari harga pasar. Akan tetapi peternak memiliki kepastian harga pakan.
Yang ketiga adalah harga jual produk harus ditingkatkan, saya pikir, ini sangat memungkinkan untuk dilakukan. Kenaikkan harga telor Rp. 155 per biji tidak besar, bahkan menurut saya naikkan saja Rp. 200, sehingga ada nilai tambah bagi peternak, dan pada saat harga pakan rendah kenaikkan tersebut utuh menjadi nilai tambah peternak. Kalau kita lihat harga jual telor asin Rp. 2.000 bahkan ada yang menjual Rp. 2.500 per biji. Lalu siapa yang menikmati keuntungan. Makanya tidaklah heran kalau penjual telor asin, kehidupannya sangat mapan, coba bandingkan dengan kondisi peternak.
Yang harus dilakukan asosiasi adalah mulai melakukan konsolidasi dengan peternak, sehingga ada kesamaan kebijakan yang harus dipatuhi oleh semua peternak. Sebagai contoh buat kebijakan bahwa mulai tanggal sekian harga jual telor dari peternak sebesar Rp. 1.200 per ekor, semua peternak harus mematuhi, karena untuk kepentingan bersama. Sebagai contoh pedagang yang memiliki jiwa dagang, tidak memiliki asosiasi, akan tetapi, apabila terjadi kenaikan harga beli, mereka serempak akan menaikan harga jual. Walaupun mereka memiliki persediaan dengan harga rendah. Pada saat harga beli turun biasanya mereka tidak menurunkan harga jual, atau setidaknya penurunan ditunda sampai persediaan lama habis. Sehingga dengan adanya kenaikkan harga malahan mereka mendapatkan kuntungan.
Cara lain untuk meningkatkan keuntungan peternak adalah dengan meningkatkan nilai tambah, yaitu membuat telor asin, ini bisa dilakukan oleh asosiasi atau langsung oleh peternak, atau keluarga peternak. Hal yang harus diperhatikan asosiasi harus memiliki standar mutu produk, sehingga kualitas telor asin sama walaupun dibuat oleh peternak yang berbeda.
Saya kira, solusi yang saya berikan tidak mudah, akan tetapi menurut saya ini cara yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan peternak bebek. Untuk itu peran asosiasi harus ditingkatkan. Dan komunikasi harus juga dijalin dengan asosiasi lain di seluruh sentra produksi bebek, Sehingga tidak akan terjadi persaingan antar sentra produksi.
Selamat mencoba. Semoga sukses
Tidak ada komentar:
Posting Komentar